Terus Belajar..

| |

Ada orang yang bertanya, ngapain sih saya masih menggeluti bidang-bidang teknik yang -toh nantinya- saya akan menjadi istri dan ibu juga. Dan saya yakin semua sepakat bahwa seorang istri dan ibu yang profesional akan lebih menghabiskan waktunya di rumah dan untuk keluarga.
Barangkali memang secara lahir itu tak akan terkait dengan skill seorang ibu rumah tangga, toh nantinya -seolah olah- kerjanya hanya mengurus rumah, mengurus anak, dan melayani suami. Bagi saya, justru semangat belajar itu timbul dari keinginan menjadi seorang ibu rumah tangga yang profesional.Ditambah penyesalan atas pemanfaatan kesempatan yang kurang optimal di masa lalu (baca: saat kuliah). 
Bagi saya pemikiran bahwa yang patut dipelajari ibu hanyalah seputar urusan memasak, mengurus rumah, anak dan suami, adalah pemikiran yang sempit. Lagipula, mau tidak mau, terima tidak terima, saya adalah lulusan s1 teknik elektro. Status saya secara legal telah diakui -setidak tidaknya- sebagai sarjana teknik.
Semua itu, membutuhkan pertanggungjawaban. Dan bentuk pertanggungjawaban itu, setidak-tidaknya adalah berupa wawasan, cara pandang, analisis di bidang keteknikan, dan hal ini bisa diperluas dengan skill mengaplikasikan metode-metode ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Sebab menurut hemat saya, dalam hal-hal yang terkait langsung dengan profesi ibu (merawat anak, memasak, dll) adalah hal-hal yang secara naluriah diri seorang wanita pasti akan terdorong dan belajar mengenai hal-hal tersebut (tanpa harus berkoar-koar).
Selebihnya, ada satu hal yang menurut saya juga mesti dipertimbangkan. Mengenai kemandirian finansial. Ini terkait dengan kesiapan mental seorang wanita untuk menghadapi resiko yang sangat tidak diinginkan yang  bisa saja terjadi sewaktu-waktu dan sama sekali tak terduga (baca: jika suatu saat ditinggalkan suami). Di sini, bukan berarti harus dengan punya tabungan banyak, ataupun harus berkarir yang sukses. 
Disinilah yang menurut saya perlu diluruskan. Sementara sebagian orang mengejar kesuksesan berkarir, sebagiannya justru berpikiran sempit. Menurut saya, kesiapan itu bisa juga dibangun dengan selalu memperluas cakrawala/wawasan, dan juga meningkatkan skill dengan terus mencari pengalaman. Kan pengalaman itu tidak harus ditempuh dengan karir formal. Istilah kerennya kita harus selalu update dan upgrade pada bidang-bidang yang memang menjadi ketertarikan serta fokus kita. Dengan demikian, kemampuan analisis akan selalu berkembang dan kita akan selalu dapat melihat peluang. Jaringan/ menjaga silaturahmi dengan rekan-rekan se-profesi juga tak kalah pentingnya. Lagipula, yang namanya belajar itu tidak akan sia-sia, insya Alloh. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar