Antara Fitnah dan Fitrah

| |


Fitnah dan Fitrah...diantara keduanya ada yang disebut syubhat..Di jaman yang se abu-abu ini sepertinya sangat kesulitan untuk membedakan yang mana fitnah yang mana fitrah..keduanya telah kabur maknanya...


Seringkali saya sampai pusing sendiri memikirkan fakta-fakta kehidupan yang saya temui. Antara idealita, realita dan rasa ingin tahu saya terhadap kehidupan di jaman Rasul sallallahu 'alaihi wassalam. Terlebih dalam hal-hal yang menyangkut kedua jenis manusia, yaitu laki-laki dan wanita.
Realitanya..saya seperti menemui dua sisi "ekstrim" peradaban yang muncul di permukaan. Sisi ekstrim pertama adalah pihak yang menafikan adanya kepentingan berkomunikasi antara keduanya. Seolah-olah yang ada hanya fitnah, mengabaikan sisi fitrah manusia. Sebaliknya, pihak ekstrim yang lain adalah terlalu bebas dalam mengartikan fitrah kebutuhan sehingga kebablasan dalam peradabannya.
Adapun yang saya tahu bahwasanya saling mengenal antara manusia, saling mengetahui, saling menyadari kelebihan dan kekurangan masing2 merupakan prinsip yang melahirkan bertolong-tolongan atas dasar ketakwaan dan kebaikan. Maka mengenal orang lain meski itu berlawanan jenis tak mengapa sepanjang masing-masing menjaga diri dari hal yang diharamkan oleh Alloh dan tidak lantas memudah-mudahkan batasan-batasan yang dibolehkan.
Akan tetapi barangkali karna jaman sudah mengalami transformasi maka fitnah dan syubhat yang ditimbulkan oleh jaman juga sama-sama mengikuti transformasinya sehingga sebagian kalangan memilih sikap "kehati-hatian" dengan  menetapkan batasan-batasan yang lebih dirincikan serta lebih dipersempit. Tidak ada yang salah dengan mereka. Namun, hal ini bisa menjadi potensi masalah ketika mereka tidak adil dalam bersikap, serta dapat diperburuk dengan komunikasi yang buruk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar