Copast : KEBIASAAN YANG DIULANG#

| |

Pada zaman dahulu, ada seorang panglima yang terkenal karena ahli memanah. Suatu hari ia ingin memperlihatkan keahlian memanah kepada rakyatnya. Dan prajurit pun menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.
 
Kemudian sang panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.
 
Panglima mulai menarik busur & melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yg melesat !!
Sungguh luar biasa !! 100 anak panah tepat sasaran.
 
Dgn wajah berseri-seri ia berkata "rakyatku, lihatlah panglimamu..!! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian..?!
 
Diantara banyaknya pujian, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyeletuk "panglima memang hebat !! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih."
 
Sontak semua memandang dengan tercengang & bertanya, apa maksud perkataannya.
Tukang minyak  pun menjawab, "tunggu sebentar..!!
Sambil beranjak dari tempatnya ia mengambil uang koin yg berlubang tengahnya. Koin itu diletakkan diatas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual mengambil gayung penuh berisi minyak kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin sampai guci berisi penuh. Hebatnya tidak ada setetes pun minyak yg mengenai permukaan koin tersebut.
 
Panglima & rakyat tercengang. Mereka bersorak sorai menyaksikan keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati ia bungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil berkata "itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih..!!
Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian"
 
Betapa luar biasanya Kebiasaan. Hasil dari kebiasaan yang terlatih membuat sesuatu yg sulit jadi mudah, dan apa yg tidak mungkin jadi mungkin.

"Every morning, my dad would have me looking in the mirror and repeat, 'Today is going to be a great day; I can, and I will".

Gina Rodriguez

Tidak ada komentar:

Posting Komentar