Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan

10 Filosofi Hidup orang Jawa

| | 2 komentar

Suka saja, saya dapat dari akun Jogja di fb dan ingin share... (lagi males menjelaskan satu per satu, hehe.. dibaca aja ya!)


10 Filosofi Hidup orang Jawa

1. Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat nagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik)

2. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).

3. Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar)

4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)

5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).

Nikah Belum Pasti Masuk Surga

| | 0 komentar

Lagi-lagi sebuah tulisan mengenai wanita dan pernikahan. Tergelitik saja, setelah membaca dua artikel milik dua orang teman, Laeliyatul Masruroh Nur: Kapan Menikah? dan juga Jazimah Al-Muhyi: UNTUK YANG TERCINTA: PARA LAJANGWATI. Sebenarnya, uneg-uneg ini sudah cukup lama parkir di hati dan pikiran, cuma baru-baru ini saja seperti dipantik lagi gara-gara hangatnya pembicaraan mengenai nikah (kayaknya, pembicaraan nikah memang akan selalu menjadi hot gossip :p). Ketahuilah bahwa untuk mulai mencurahkan pemikiran ini ke dalam tulisan, terasa sangat berat, tapi bismillah sajalah...
Nampaknya, hidup ini akan selalu dipenuhi dengan pertanyaan yang kebanyakan terasa sangat basi karena berulang-ulang ditanyakan. Ketika kecil, masih imut-imut gitu, kita pasti ditanya, udah sekolah belum, umurnya berapa? Lalu, beranjak kita ke bangku sekolah, maka pertanyaan akan berganti, sekarang kelas berapa, rangking berapa, kapan ujian? bla..bla..bla.. Beranjak lagi, maka akan ditanya .. kapan lulus? mau ngelanjutin ke mana? ini sampai saat kita mau kuliah. Begitu kita udah kuliah, maka akan ada pertanyaan lagi, gimana kuliahnya? sudah punya  pacar belom? kapan lulusnya? Sesudah lulus kuliah, kita pun akan ditanya, sudah kerja di mana? dan...KAPAN NIKAH?..

Hidup untuk Hidup

| | 0 komentar


    Sekali lagi saya sedang ingin bermuhasabah tentang hidup. Ya, hidup. Karena Karena orang yang bijak adalah orang yang selalu dapat memetik hikmah dari setiap kejadian, baik itu kejadian yang penampakannya buruk maupun baik. Barangkali karena itulah, orang bijak akan selalu membuahkan pelajaran yang baik. Dan jika pelajaran-pelajaran baik yang selalu kita dapatkan, niscaya kesyukuran dan kesabaran itu akan lahir dalam diri kita.Karena itulah saya yakin kita ingin sekali bisa menjadi orang yang bijak itu.Orang yang hidupnya selalu belajar, dari tiap-tiap segmen yang dilaluinya. Orang yang belajar untuk hidup, melalui pengalamannya ia belajar untuk menjadi lebih baik.

Urip Manungsa Punika namung Sawang Sinawang

| | 0 komentar

Di awal tahun kuliah, saat aku masih tinggal di rumah budeku, aku sering ngobrol sama anaknya pakde (masku) tentang hidup. Suatu kali, kami bicara tentang makin banyaknya manusia yang sering mengeluhkan keadaannya serta banyaknya orang yang saling menghujat. Dan aku mengingat apa yang dikatakan oleh masku, bahwa manusia hidup itu -dalam bahasa jawa diistilahkan dengan- sawang sinawang.

Aku, Kau, Kalian dan Mereka... Mencari apa?

| | 0 komentar

Perempuan.. aku adalah perempuan.
Kau, temanku, kau juga.
Mereka para wanita itu..
Kita sama2 perempuan..

Namun aku tak mengerti, setiap kali aku berbicara tentang kesederhanaan hidup, yang kuperoleh hanyalah cibiran.

Aku juga tak mengerti apa yang sebenarnya dinamakan perjuangan hidup.
apakah itu..
kau sebut ia realita kebutuhan
kau sebut ia kehausan ilmu
ataukah itu semua hanya sebagai alih2
harta yang melimpah
serta titel yang panjang

kebanggaan
itukah kebahagiaan..

Kuncinya Kepasrahan: Tawakal lalu Iklhas

| | 0 komentar


ANDA MAU BAHAGIA DALAM MENJALANI HIDUP?
BEBAS, LEPAS, TANPA BEBAN??
HIDUP SERASA TAK ADA MASALAH?