Sebenarnya, judul tulisan ini nampaknya sudah jelas tentang apa yang ingin saya sampekan. Tak tau saja, ingin sekali melontarkan dan berbagi tentang ini pada kaum hawa. Sebuah kalimat yang akan aku ingat. Ketika kondisi kejiwaan, psikisku sedang labil-labilnya, ia dengan tegas memberi saya nasihat, "Noor, jangan selalu turuti perasaan, seringkali ia menjerumuskan kita pada keterpurukan!". Sungguh, hal ini benar adanya.
Akhwat, wanita, perempuan, galz, jangan biasakan menuruti perasaan, biasakanlah akal sehat kita yang menentukan sikap kita, kedepankan logika dari perasaan. Maaf, saya pun wanita dan saya akui, ini bukanlah hal yang mudah, mungkin karena secara fitrah kita memang didominasi oleh perasaan. Perasaan ini memang tak selamanya buruk, but perasaan yang saya maksudkan di sini adalah perasaan yang cenderung diliputi hawa nafsu. Contoh sederhananya saja, saat berjalan-jalan alias window shoping, seringkali kita tidak berpikir jauh, tidak berpikir 2-3 kali tatkala kita punya uang dan melihat sesuatu yang menarik hati kita langsung membelinya, dan tak jarang hal ini membuat kita menyesal saat kita menyadari betapa tidak pentingnya barang yang kita beli (saat kita tengah dikuasai akal sehat kita).
