Tampilkan postingan dengan label rokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rokok. Tampilkan semua postingan

Lebih Bijak dalam Mengeluarkan sebuah Statement

| | 1 komentar

Beberapa waktu lampau, diharamkannya rokok sempat membuat gempar bumi nusantara ini. Ya, maklum sajalah, permasalahan rokok ini, jika kita memandangnya dari keseluruhan aspek akan menjadi sebuah dilema. Di satu sisi kesepakatan mengenai bahaya merokok itu sendiri saya kira sudah jelas bagi sebagian besar orang. Bahkan saya malah berkeyakinan perokok sebenarnya sudah banyak yang sadar akan bahaya merokok itu sendiri. Hanya saja karena "kenikmatan" yang sudah melekat pada diri para perokok membuat mereka terus saja mencari berbagai macam apologi untuk tetap bisa merokok. Pasalnya, di sisi lain, rokok juga menjadi sumbangan yang signifikan bagi devisa negeri ini. Tak diragukan pula fondation besar juga dibiayai oleh pabrik rokok. Lebih melebar lagi, menyangkut masalah pekerjaan, karena berapa banyak industri rokok ini menyerap tenaga kerja yang makin hari permasalahan tenaga kerja (pengangguran) semakin tidak teratasi.
Lalu bagaimana? tentu adalah hal yang tidak benar jika kemudian membiarkan ini terus berlangsung (tetap menjaga kehidupan industri rokok), karena sekali lagi bahaya rokok itu sendiri yang dapat merugikan banyak orang, termasuk perokoknya sendiri. Tapi tak pula bijak jika hanya mengeluarkan fatwa tanpa berpikir untuk sebuah solusi, yaitu solusi bagaimana agar jika industri rokok benar-benar dihentikan tidak lantas merugikan bagi para pekerja, pemilik industri maupun bagi perekonomian negara ini sendiri.