Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Pengen Punya Tipi

| | 0 komentar

Selepas menyelesaikan pelajaran membaca bahasa Inggris alias "reading", terjadilah sebuah percakapan antara siswa dan guru
Siswa1 :"Ammah, ammah punya tv gak di rumah?"
Guru  : "Ada"
Siswa1 : " Enak ya ammah kalau punya tv di rumah"
Guru sengaja diam untuk mendapat respon siswa yang lain. Tak berapa lama kemudian, siswa lain menimpali 
Siswa 2: " Enak apanya, bosen tau isinya itu-itu aja"
Siswa kembar: " Iya sama aja punya tv ga punya tv, isinya gitu-gitu aja"

Ok, saya  bukan hendak menulis skenario dialog, drama apalagi opera sabun. Potongan dialog di atas tidak lain tidak bukan terjadi di kelas saya. Dalam tulisan ini yang hendak saya kritisi adalah pemahaman dan pola pendidikan. Sekaligus semoga bisa menjadi penjelas atas diskusi yang telah berlangsung antara saya dan seorang teman saya tentang "haramnya tv".

Beberapa Hal Tentang Mendidik Anak sejak dalam Kandungan...

| | 0 komentar

Berikut saya ambilkan hal-hal tentang pendidikan anak semenjak dalam kandungan bundanya, dengan disertai beberapa perubahan yang merupakan opini pribadi saya...


Sel-sel otak janin mulai terbentuk ketika di masa kehamilan 3 - 4 bulan. Mulai usia janin 6 bulan ke atas, jalinan hubungan antarsel otak pun terbentuk. Ini kemudian membentuk suatu rangkaian fungsi-fungsi. Di usia janin selanjutnya, kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan di antara sel-sel otak pun ditentukan oleh rangsang yang diberikan plus tentu saja, asupan gizi yang cukup.
Menurut dokter spesialis anak, dr Sudjatmiko, MD SpA. kecerdasan seorang anak sudah bisa dirangsang ketika ia masih berada dalam kandungan ibunya. Secara umum, kata Sudjatmiko, ada tiga aspek yang harus diperhatikan orang tua kepada sang anak ketika masih berada dalam kandungan. Yaitu, terpenuhinya kebutuhan kasih sayang, biomedis, dan rangsangan. 

Amazing Mom (1)

| | 1 komentar



Kebanyakan orang punya pemaknaan tersendiri tentang sosok seorang ibu. Bicara tentang sosok ibu, membuatku kehabisan kata-kata. It sounds as a great wave resonans in my heart. Ibu..ibu...ibu.. lidahku kelu untuk bicara tentang ibu. Tak satupun kata meluncur mengungkapkan penuhnya perasaan dalam hati. Tak hanya untuk sosok ibu yang sebenarnya (ibu kandungku sendiri), bahkan untuk sosok-sosok ibu lain yang sejatinya tak ada hubungan kekerabatan apa-apa. Salah satunya pada sosok ibu di samping ini. Namanya, bu aisyah, lengkapnya Siti Ngaisyah. Saya dan teman-teman kadang memanggilnya dengan mbak Siti, karena memang usia yang tak jauh berbeda. Mbak Siti bukanlah seorang istri pejabat, atau tokoh wanita terkenal, mbak Siti hanyalah mbak Siti, salah satu dari sekian banyak amazing mom in this world..

Dasar Pendidikan Kita Adalah Kepatuhan Bukan Pertukaran Pikiran

| | 0 komentar

Judul di atas adalah sebuah petikan dari sajak Rendra "Sajak Anak Muda". Aku sesaat merenungkan maknanya, dan kutemukan beberapa fakta tentang hal ini. Dan beberapa diantaranya aku merasa ada benarnya. Hal ini juga terjadi dalam ranah syariat. Oke, dalam beberapa hal memang diperlukan adanya "kepatuhan mutlak", dalam segi aqidah misalnya. Akan tetapi "kepatuhan mutlak" yang disertai dasar yang jelas akan lebih baik biar lebih mantap dalam meyakininya, di sinilah letak budaya pertukaran pikiran itu akan berperan. Maksudnya seperti ini, bedakan jika seorang tua berkata pada anaknya,