Berikut saya mintakan izin kepada suami istri (teman saya) untuk memposting sebuah surat yang sebenarnya mereka tujukan untuk memberi nasihat kepada temannya. Setelah saya membaca berulang-ulang dan mencoba meyakinkan diriku apakah sudah benar-benar saya resapi (Ya Alloh, berilah aku kemampuan menjadi orang yang demikian) barulah saya berani mempostingnya. Saya berharap tulisan mereka ini dapat terus menjadi renungan dan koreksi diri sehingga bermanfaat bagi saya dan seluruh pembaca.
Assalamu’alaikum Warahmatullah…
Beriring tahmid dan salam, semoga Antum senantiasa dalam lindungan dan taufik Allah. Amiin….
Kriteria yang diinginkan oleh seseorang dalam memilih calon istri, termasuk di dalamnya menyangkut hal fisik, sebenarnya tidak ada yang salah. Hanya saja ini kembali pada persepsi setiap orang dalam menilai. Tapi sayang, seringkali ia tidak masuk dalam daftar criteria keinginan seorang wanita. Apa itu?
MENERIMA WANITA SEBAGAI PASANGAN HIDUP SEUTUHNYA HANYA KARENA ALLAH. Ini hal penting yang sering dilupakan para ikhwan lajang dalam perjalanan mencari pasangan hidup. Padahal asal kita tahu, ketika kita sebagai seorang ikhwan yang sudah ngaji dan berkomitmen pada syari’at, maka sudah seharusnya kita utuh dalam bertaqwa pada-Nya. Dalam paradigma akhwat pun demikian, ketika mereka mendamba pasangan yang shalih, maka sungguh ketika hati mereka telah dipenuhi dengan cahaya keshalihahan, yang mereka pandang dari ikhwan adalah keshalihan dan keimanan. Materi dan fisik hanyalah soal kesyukuran.