Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan

Di manakah Allah? (bag2. Penetapan Ketinggian Allah)

| | 0 komentar

Setelah sebelumnya telah dijelaskan mengenai Allah yang bersemayam di atas Arsy, pada bagian ini akan dibahas mengenai ketinggian Allah. Ketinggian Allah meliputi dua macam ketinggian yaitu :
1. Ketinggian abstrak atau maknawi yang bersifat tetap bagi Allah
2. Ketinggian Dzat yang juga merupakan sifat yang telah ditetapkan oleh Ahlussunnah dengan dalil-dalil yang menunjukkannya.
  • Dalil kitab/ Al Quran
1. Allah menyebutkan ketinggiannya



Di manakah Allah ? (bag1. Allah bersemayam/meninggi di atas Arsy)

| | 1 komentar

Pernahkah terbesit pertanyaan di manakah Allah? Atau sebaliknya kita ditanya tentang keberadaan Allah. Lalu, sudahkan kita bisa menjawabnya dengan benar? Sebagian orang berkata Allah ada di mana-mana, atau bahkan ada yang berkata Allah menyatu dengan diri. Sudah tahukah bahwa sebenarnya Allah sendiri menjelaskan keberadaan Nya di dalam firman Nya, bahwa Allah bersemayam di atas arsy. Ya, Allah berada di atas langit, IA bersemayam di atas Arsy, sebagaimana dikatakan :
إن ربكم الله الذي خلق السموات والارض في ستة ايام ثم استوى على العرش  -الاعرف 54
الله الذي رفع السموات بغير عمد ترونها ثم استوى على العرش وسخر الشمس والقمر كل يجري لاجل مسمى يدبرالامريفصل الايات لعلكم بلقاء ربكم توقنون  -الرعد2
الرحمن على العرش استوى  -طه5
Al A'raf 54.  Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
Ar Ra'd 2.  Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, Kemudian dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.
Thaha 5.  (yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah. yang bersemayam di atas 'Arsy

Iman Kepada Malaikat (bag1)

| | 0 komentar

Rukun iman yang enam, barangkali sebagian menganggap hal ini seperti pembicaraan anak TK. Namun, apa benar kita telah benar-benar memahami rukun iman tersebut? Kali ini saya mencoba untuk membagikan salah satu dari enam poin rukun iman yaitu Iman Kepada Malaikat. Bacaan ini akan bersambung dalam beberapa tulisan, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.
  1. DEFINISI MALAIKAT1
Malaikat adalah alam gaib, makhluk, dan hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala. Malaikat sama sekali tidak memiliki keistimewaan rububiyah dan uluhiyah. Allah menciptakannya dari cahaya serta memberikan ketaatan yang sempurna serta kekuatan untuk melaksanakan ketaatan itu.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, artinya : “dan malaikat yang ada di sisi-Nya, mereka tidak angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya." [Al Anbiyaa: 19-20]
Malaikat berjumlah banyak, dan tidak ada yang dapat menghitungnya, kecuali Allah. Dalam hadits Al Bukhari Muslim terdapat hadits dari Anas Radhiyallahu 'Anhu tentang kisah mi'raj bahwa Allah telah memperlihatkan al Baitul Ma'mur di langit kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Di dalamnya terdapat 70.000 malaikat yang setiap hari melakukan shalat. Siapapun yang keluar dari tempat itu, tidak kembali lagi.

Penghalang Taufik Alloh Ta'ala

| | 0 komentar

Sumber kebaikan adalah taufik Alloh Ta'aa,  akan tetapi sebagian manusia merasa sombong dan malas berdoa sehingga ia menjadi orang yang dihinakan oleh Alloh ta'ala -wa iyyaadu billah-
Berikut ini diantara sebab-sebab yang membuat manusia terhalangi dari taufik Allah:
  • hidupnya disibukkan dengan kenikmatan/ terlena sehingga lupa bersyukur
  • menuntut ilmu tetapi tidak mengamalkan ilmu
  • begitu bersegera dalam, maksiat dan terbelakang dalam taubat
  • terperdaya dengan bersahabat bersama-sama orang-orang yang salih dan tidak mengikuti kebaikan-kebaikan mereka
  • tertipu dengan dunia
Ingatlah, Rasululullah sallallahu 'alaihi wassalam telah berpesan:
Bersegeralah dalam melakukan kebaikan sebelum datangnya fitnah yang datangnya dapat membuat seorang yang di pagi harinya beriman dan di sore harinya ia telah kafir

-sebuah catatan dari kajian Tiga Landasan Utama-

NIFAQ

| | 0 komentar

Nifaq terbagi menjadi dua : i’tiqodi dan ‘amali
A. Nifaq I’tiqodi
Yang termasuk di dalam nifaq i’tiqodi antara lain:
1. Mendustakan seluruh syariat yang dibawa Rasul saw
     Dalam QS Munafiqun dijelaskan mengenai orang-orang munafiq, seandainya mereka manjalankan sholat dengan bermalas-malasan dan tidak memperhatikan hak2 sholat melainkan hanya karena riya, ingin dilihat sebagai muslim.
     Maka akan terlihat orang-orang munafiq itu pada sholat subuh dan sholat isya (yaitu mereka yg tdk/jarang berjamaah di waktu subuh dan isya). Orang-orang munafiq itu hendak menipu Alloh dan Rasul, padahal mereka menipu diri sendiri karena Alloh Maha Tau. Orang-orang munafiq bertempat di neraka paling bawah.

2. Mendustakan sebagian syariat yang dibawa Rasul saw
      diantara kita bisa terkena yang demikian ini dan seringkali tidak menyadarinya.

3. Membenci Rasul saw
Ukuran mencintai Rasul adalah mentaati apa yang dibawa oleh beliau

4. Membenci sebagian dari yang dibawa Rasul saw
5. Bangga dan senang dengan terhinanya/ rendahnya agama/ syariat yang dibawa Rasul saw(Islam) dan kaum muslimin
6. Benci/ tidak senang manakala agama yang dibawa oleh Rasul saw menemui kejayaan2